Jumat, 05 April 2013

Tulisan 2 Bahasa Indonesia 2


Hilang di TIP TOP


             Di dekat rumah ku ada sebuah pasar swalayan. Di tempat itulah biasanya aku dan mama pergi berbelanja bulanan. Nama pasar swalayan itu adalah TIP TOP. Tempatnya cukup besar dan disana harga barang-barang kebutuhan sehari-hari lebih terjangkau jika di bandingkan dengan swalayan lainnya. Karena itu TIP TOP selalu saja di penuhi oleh keluarga yang ingin berbelanja bulanan untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi ketika awal tanggal gajian, penuhnya bukan main. Hingga suatu saat, ketika aku masih duduk di bangku SMP ada sebuah kejadian yang tidak akan aku lupakan.
            Seperti biasa mama ku yang awal bulan baru menerima gaji pasti mengajak ku untuk membantunya belanja bulanan. Aku sudah hapal pasti mama akan mengajak ku untuk berbelanja di TIP TOP. Aku sudah membayangkan bagaimana penuhnya TIP TOP di awal bulan. Perkiraan ku benar, belum sampai masuk ke dalam saja parkiran sudah sangat penuh hingga membuat antrian yang cukup panjang. Saat masuk ternyata lebih penuh dan padat oleh orang-orang yang berbelanja. Saking penuhnya hingga harus berdempet-dempet. Sering juga aku bertemu beberapa teman ku yang juga membantu mamanya untuk berbelanja. Namun kali ini bukan teman yang aku jumpai disana. Melainkan guru ku beserta keluarganya yang sedang berbelanja.
 Mama menyuruh ku untuk membantunya. Sehingga tugas untuk mengambil baran-barang kami bagi dua. Agar semua barang yang kami perlukan terkumpul dengan cepat. Tugas yang kami bagi ternyata cukup sulit dikarenakan penuh sesak oleh para pengunjung sehingga menyulitkan untuk berjalan  hingga harus berdesak-desakan. Ketika aku mengambil sampo, mama memperingatkan aku untuk terus dekat dengannya agar tidak hilang. Aku pun langsung memegang baju mama dari belakang sambil memuluk sampo yang belum sempat aku taro di keranjang.
Tapi ketika aku memegang baju mama, mama seperti menepis tangan ku aga aku tidak memegangi bajunya. Karena aku heran kenapa mama melakukan itu, aku pun melihat ke atas dan yang aku lihat bukan mama. Aku panik seketika. Aku berusaha mencari mama dikerumunan banyak orang. Tapi tidak ketemu.mungkin di karenakan penuh sesak orang-orang dan badan ku yang mungil sehingga menyulitkan aku untuk menemukan mama. Saat itu aku belum punya handphone, aku lihat di kantong ku aku tidak membawa uang sama sekali. Aku keluar untuk melihat apa kah mobil mama ada, dan ternyata masih ada. Aku tunggu di luar tapi mama tidak kunjung datang. Karena panas aku akhirnya masuk lagi berharap akan menemukan mama. Tapi ternyata tidak, aku sama sekali tidak menemukannya. Tidak ada suara pemberitahuan bahwa mama mencari ku. Jika seperti itu pun aku akan malu bahwa aku yang sudah SMP bisa hilang di TIP TOP, ditambah ada bapak guru juga yang sedang belanja. Jadi aku keluar lagi dan berniat untuk menunggu di luar. Ternyata mobil mama sudah tidak ada. Aku bingung harus pulang naik apa sedangkan aku tidak membawa uang sama sekali.
Di depan swalayan aku meliat sederet tukang bajaj yang menunggu para penumpang. Aku memberanikan diri untuk menawar bajaj dan bilang pada tukang bajaj bahwa aku ingin di antar sampai rumah tapi tidak membawa uang. Pertamakali mencoba bukannya dia mengijinkan, malah dia memarahi ku. Hingga beberapa kali mencoba aku sempat putus asa, tapi pada akhirnya ada tukang bajaj yang iklas mengantar kan aku pulang. Abang bajaj bertanya pada ku “Kok adek bisa kesini gak bawa uang, mamanya kemana?”, aku pun menjawab “Mama saya hilang bang sepertinya mama lupa mengajak saya ikut berbelanja bersamanya sehingga tidak sadar bahwa aku hilang. Aku juga gak bawa uang bang.”. Mendengar cerita ku sepertinya abangnya kasihan pada ku, sehingga aku diijinkan untuk menumpang dibajajnya dengan cuma-Cuma. Sesampainya dirumah aku belum melihat ada mobil mama. Ku ketuk rumah yang ada hanya kakak ku. Dia melihat ku heran dan menanyakan dimana mama. Kemudian aku menceritakan semua sama kakak ku, dan cerita ku di sambut dengat tertawa yang terbahak-bahak. Kemudian kakak ku menelvon handphone mama untuk memberi tahunya bahwa aku sudah pulang. Ternyata mama ku mencari-cari ku ke tika sadar aku sudah tidak ada disampngnya. Sesampainya mama pulang, mama memeluk ku sambil berkata “Huh kamu sudah SMP saja masih suka hilang, di TIP TOP lagi.”. aku pun hanya membalas dengan tersipi malu. Sungguh kejadian yang tidak akan aku lupakan. Hehe  J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar