Minggu, 13 Maret 2011

Bab III Manusia dan Cinta Kasih

Saya akan membahas sedikit terlebih dahulu mengenai definisi cinta. Menurut saya kasih adalah suatu bentuk pemberian. Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Jadi menurut saya cinta kasih adalah suatu pemberian yang ditujukan kepada orang yang kita sayangi. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
• Perasaan terhadap keluarga
• Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
• Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
• Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
• Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
• Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
• Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
• Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
• Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Untuk memberikan contoh dari cinta kasih tersebut saya akan menceritakan atau menggambarkan sebuah kejadian yang mengandung cinta kasih.

Hidup Ku Hanya untuk Nenek
Di sebuah desa terdapat seorang nenek tua yang hanya tinggal dengan satu orang cucu di sebuah gubuk tua dan sangat kecil. Sebut saja nenek itu sebagai nenek sarah. Rumah nenek sarah itu sangat jauh dengan penduduk desa setempat. Kehidupan mereka sangat lah miris. Dikarenakan nenek sarah yang ditinggal oleh suami tercintanya, karena meninggal dunia. Dan kedua orang tua cucunya pun yang tidak pernah ada kabarnya. Kehidupan dua manusia itu pun berlanjut semakin miris , dikarenakan umur nenek Sarah yang sudah semakin tua dan sering sakit nenek sarah pun tidak bisa bekerja lagi di sawah untuk menghidupi kehidupannya bersama cucunya. Cucunya pun baru berumur 6 tahun. Sungguh malang nasib cucunya tersebut yang hanya dapat melihat satu-satunya kerabat yang dia miliki, terbaring sakit. Nenek sarah merawat dan membesarkan cucunya seorang diri. Sebagai seorang cucu yang sangat mencintai dan mengasihi neneknya dia tidak tinggal diam, cucunya merawat dan melakukan apa pun seorang diri untuk menjaga neneknya. setiap hari cucunya itu mengambil air dari pompa, memasak, mengambil dedaunan di kebun sekitar. Bahkan cucunya pun bekerja menggantikan neneknya sebagai kuli pangkul bebatuan sampai merawat neneknya dari menyuapi memandikan, itu hanya dilakukannya seorang diri. Sungguh hebat cucu nenek Sarah itu. Ketika ditanya oleh seorang wartawan televisi mengapa dia sanggup melakukan ini dia hanya menjawab “aku hidup karena nenek, dan hidup ku untuk nenek.”. Walau dia masih kecil tapi ketegugan hati dan cinta kasihnya begitu besar untuk neneknya.

Opini :
Dari cerita diatas dapat dilihat cinta kasih seorang cucu kepada neneknya yang begitu besar. Karena kasih yang dia miliki dia bertahan hidup. Menurut saya kekuatan cinta yang kita miliki untuk seseorang menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Begitu lah penjelasan mengenai cinta kasih menurut saya. Cerita tersebut saya dapat ketika saya menonton acara di televisi. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Terimaksih telah membaca blog saya.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta

Minggu, 06 Maret 2011

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan bagian ke II

Ilmu Budaya Yang Dihubungkan Dengan Puisi

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan satra bagian dari kesenian, dan kesenian adalah cabang unsur kebudayaan. Kalau diberi batasan, puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang asrtistik, estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

Figura bahasa
Kata-kata yang ambiquitas
Kata-kata berjiwa
Kata-kata yang konotatif, dan
Pengulangan
Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis, dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi tentang potret kehidupan manusia. Puisi merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang asrtistik.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut ” pengalaman perwakilan “. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar sekumpulan pengalaman langsung yang terbatas.

Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Dengan membaca puisi kita diajak untuk dapat menjenguk hati / pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri. Karena melalui puisinya penyair menunjukkan kepada pembaca bagian lain dalam hati manusia, dan menjelaskan pengalaman setiap orang.

Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Secara imaginatif, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

Penderitaan atas ketidakadilan
Perjuangan untuk kekuasaaan
Konflik dengan sesamanya
Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Puisi pada umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah cinta kasih.

SUMBER:
e-Learning Universitas Gunadarma

Opini: IBD sangat lah luas karena itu materi yang ada di dalam IBD tidak lepas dan jauh dr kehidupan sehari-hari kita. IBD dapat berupa budaya, sastra, seni dan puisi seperti pada materi kali ini.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan

A. Pendekatan Kesusastraan

Pengertian sastra
Sastra (Sansekerta शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata "sastra" bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.


Pengertian Seni
Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.
Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.
Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).
Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.
Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.
Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona.

HUBUNGAN ANTARA SASTRA , SENI DENGAN ILMU BUDAYA DASAR
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1. kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

Prosa

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif.
Prosa kadangkala juga disebut dengan istilah "gancaran".

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.

1. Prosa Lama, adalah prosa bahasa Indonesia yang belum dipengaruhi oleh budaya barat. Prosa Lama meliputi :

Dongeng
Hikayat
Sejarah
Epos
Cerita pelipur lara
2. Prosa Baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun. Prosa Baru meliputi :

Cerita pendek
Roman / novel
Biografi
Kisah
Otobiografi
Komponen dalam Prosa Lama adalah sebagai berikut :

Pantun : bentuk puisi yang terdiri atas 4 baris yang bersajak bersilih dua-dua (ab-ab).
Gurindam : puisi Melayu lama yang terdiri dari dua larik (baris), mempunyai irama akhir yang sama dan merupakan satu kesatuan yang utuh.
Mantera : merupakan salah satu genra puisi Melayu tradisional yang diwarisi sejak zaman primitif, prasejarah dan animisme.
Talibun : sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris).
Sage : cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang.
Komponen dalam Prosa Baru adalah sebagai berikut :

Novel : sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa italia novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita”.
Biografi : kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.
Cerpen : cerita yang berbentuk naratif. Jadi cerpen bukan argumentasi atau analisa atau deskripsi.
Drama : salah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari bahasa yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”.
Soneta : salah satu bentuk sastra baru yang berasal dari Italia. Soneta masuk kedalam sastra Indonesia baru.

Sumber:
http://members.fortunecity.com/senirupa/senirupa/id1.html
www.javatopics.com/search/pengertian+seni
http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa
e-Learning Universitas Gunadarma

opini :
Menurut saya IBD dengan sastra dan seni saling berkaitan. Karena materi yang ada di dalam IBD tak lepas dari sastra maupun seni.

Minggu, 27 Februari 2011

Manusia dan Kebudayaan bagian II

Orientasi Nilai Budaya
ima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia (kerangka
Kluckhohn):
1. Hakekat Hidup

hidup itu buruk.

hidup itu baik.

hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikhtiar agar
hidup bisa menjadi baik.

Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan

2. Hakekat Karya
 Karya itu untuk menafkahi hidup.

 Karya itu untuk kehormatan.


3. Persepsi Manusia Tentang Waktu

• Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk
hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang
berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk
hari-harinya.

• Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk
menjadi sebuah evaluasi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan
yang tidak dilakukan.

• Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju
dibandingkan yang lainnya, pikirannya terbentang jauh ke depan dan
mempunyai pemikiran yang lebih matang mengenai langlah-langkah yang
harus dilakukannya.

4.Pandangan Manusia Terhadap Alam

o Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat.

o Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.

o Manusia berhasrat menguasai alam.
5. Hakekat hubungan manusia
 Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya,
berjiwa gotong royong.

 Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang
mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.

 Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri.

Perubahan Kebudayaan

Perubahan Kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsure-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Definisi-definisi perubahan kebudayaan banyak diutarakan pada sarjana sosiologi dan antropologi antara lain :
a. John Lewis Gilin dan John Philip Gilin
Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk,ideology,maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
b. Samuel Koening
Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehiudpan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal.
c. Seo Sumardjan
Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga keasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk didalamnya nilai-niali, sikap dan pola-pola berperilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
d. KIgssley Davis
Perubahan kebudayaan adalah peruabahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.

Faktor-faktor Terjadinya Perubaan Kebudayaan
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaanmasyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.

Hubungan Manusia dan Budaya
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ?

Dalani sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, clan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dcngannya. Tampak baliwa keduanya akhimya merupakan satu keSatuan.




Opini: manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang erat kaitannya dan tidak dapat dipisahkan.Manusia yang menciptakan kebudaayan dan yang menjalakan nya adalah manusia itu sendiri sebagai tolak ukur kehidupanmanusia tersebut.

Sabtu, 26 Februari 2011

IBD Sebagai MKDU Bagian II

IBD Sebagai MKDU
Bagian II

Seperti yang sudah dibahas pada penulisan saya mengenai IBD bagian pertama sekarang dibagian IBD bagian kedua yang meruakan kelanjutan bagian pertama saya akan membahas mengenai perbedaan IBD dan IPS. Beserta ruang lingkup IBD secara lebih mendetail lagi dr sebelumnya.
Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial, yaitu :
• Ilmu Budaya Dasar diberikan pada tingkat perguruan tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan pada tingkat pendidikan dasar maupun tingkat pendidikan lanjutan menengah pertama sampai menengah atas.
• Ilmu Budaya Dasar merupakan matakuliah tunggal artinya tidak memiliki kelompok mata pelajaran sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kelompok dari sejumlah mata pelajaran diantaranya Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan lain-lain.
• Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.


Persamaan antara ISD dan IPS
Adapun persamaan dari keduanya antara lain adalah :
• Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan atau pengajaran
• Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
• Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan permasalahan sosial


Ruang Lingkup ISD
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

• Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
• Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.
Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah:
• Manusia dan cinta kasih
• Manusia dan Keindahan
• Manusia dan Penderitaan
• Manusia dan Keadilan
• Manusia dan Pandangan hidup
• Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
• Manusia dan kegelisahan
• Manusia dan harapan

Materi ilmu sosial dasar terdiri atas masalah-masalah sosial untuk dapat menelaah masalah-masalah, sosial hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas 3 golongan yaitu :

1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan -kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial antara yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.
Berikut ini adalah berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dengan kebudayaan.

• Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
• Masalah pemuda dan sosialisasi.
• Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
• Masalah hubungan antara warga negara dan negara
• Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
• Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
• Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat

Sumber : ebook
Opini :
IBD maupun IPS merupakan suatu pembelajaran yang sama-sama membahas tentang kehidupan sosial. Hanya perbedaannya IPS terlebih dahulu kita dapat dari kita duduk dibangku SD. IPS pun mempunyai beberapa bagian seperti Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan lain-lain.sedangkan IBD merupakan pembelajaran yang tidak berkelompok atau disebut tunggal.

Sabtu, 19 Februari 2011

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena manusia yang meciptakan budaya itu sendiri dan melestarikannya secara turun-menurun. Adapun budaya yang bersumber langsung dari Tuhan. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yag paling sempurna dbandingkan d3engan mahluk yang lainnya. Perbedaan antara manusia dan mahluknya adalah manusia memiliki akal pikiran sedangkan yg lainnya tidak. Oleh karena itu manusia di utus menjadi khalifah di muka bumi ini. Untuk saling berdampingan dengan makhluk yang lainnya. Dari pernyataan tersebut merupakan hakekat manusia.

Kepribadian Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda, berada di lingkungan yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.

Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang – orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah.

Bagan Psiko-Sosiogram Manusia
Berikut ini merupakan contoh dari bagan Psiko-Sosiogram manusia:


diambil dari buku "Mentalitas dan Pembangunan"
Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan sub sadar. Tak sadar karena memang sudah tertanam jauh di dalam diri manusia dan tak mampu disadari bahkan oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena sewaktu – waktu unsur – unsur yang sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan mengganggu kebiasaan sehari – hari.

Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan. Maksudnya pikiran – pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia tersebut dan tidak ada seorang lain pun yang dapat mengetahuinya. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. kebalikan dari nomor 5, ini berarti manusia mengungkapkankepada orang lain apa yang ada di pikirannya seperti perasaan, pengetahuan dan sebagainya.

Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. Di sini manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati dan tempat untuk meminta bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan benda, atau makhluk hidup lain pun bisa berada pada lingkaran ini. Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan hubungan antara murid dengan guru, pedagang dan pembeli.

Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh yang berarti pikiran dan gagasan manusia tentang berbagai macam hal. Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar yang berarti tentang pendapat dan pikiran seseorang tentang dunia atau daerah yang belum pernah dikunjungi atau dijumpai.

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

Tujuh unsur kebudayaan universal

1. Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

3. Sistem Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.

5. Sistem Teknologi dan Peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
6. Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
7. Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya
A. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif. Wujudnya dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip dan sebagainya.

B. Kompleks aktivitas
Aktivitas manusia dengan lingkungan sekitar dalam kegiatan sehari hari dari waktu ke waktu memunculkan sesuatu untuk diabadikan, difoto dan juga diobservasi.

C. Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia sehari – hari umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun tidak.

Sumber : http://arikaka.com/manusia-dan-kebudayaan/

Opini : Menurut saya manusia dan kebudayaan itu merupakan suatu kesatuan yg tidak dapat dilepaskan. Karena manusia yg menciptakan atau membuat kebudayaan itu sendiri. Setiap wilayah atau pun daerah memiliki kebudayaannya masing-masing dan berbeda. Sesuai dengan tingkah laku atau adat istiadat yang diterapkan di daerah tersebut.

IBD Sebagai MKDU

Seperti pada semester sebelumnya yang terdapat mata kuliah dasar umum (MKDU), pada semester dua ini pun kita mendapatkan mata kuliah tersebut. Namun yang berbeda kali ini kami mendapatkan Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah umum.MKDU merupakan mata kuliah wajib di universitas. IBD (Ilmu Budaya Dasar) adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Dengan adanya mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat lebih manusiawi, berbudaya dan halus, yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari ilmu budaya dasar yang disebutkan sebagai berikut :

Tujuan ilmu budaya dasar antara lain:

1. Mempertajam kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
2. Memperluas pandangan mahasiswa tentang masalah kemanusiaan dan kebudayaan dan meningkatkan daya kritis mereka terhadap berbagai persoalan yang berhubungan dengan kedua hal tersebut.
Menjauhkan mahasiswa dari sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
3. Sebagai wahana komunikasi para akademisi agar mereka dapat berdialog satu sama lain.

Sedangkan Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar, ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:

1. Ilmu alamiah (natural science), yang bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta, dengan menggunakan metode ilmiah.
2. Ilmu sosial (social science), yang bertujuan mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia, dengan menggunakan metode ilmiah.
3. Pengetahuan budaya (the humanities), memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi, dengan menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, yang kemudian diberi arti.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya.Adapun persamaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Pengetahuan Budaya adalah dari segi penggunaan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang Pengetahuan Budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Dalam Ilmu Budaya Dasar, manusia menempati posisi sentral dalam pengkajiannya. Manusia bukan menjadi subjek, melainkan objek pengkajian. Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar meliputi:
1. bagaimana hubungan manusia dengan alam
2. dengan sesama manusia
3. dirinya sendiri
4. nilai-nilai manusia dan
5. bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan.

Pokok bahasan yang dikembangkan dalam Ilmu Budaya Dasar adalah:
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan keindahan
3. Manusia dan penderitaan
4. Manusia dan keadilan Manusia dan pandangan hidup
5. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
6. Manusia dan kegelisahanManusia dan harapan

Sumber : http://nothingwrongwithmylongblackhair.wordpress.com/2010/02/21/ibd-sebagai-mkdu/

Opini : Menurut saya mata kuliah IBD sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai pandangan berbudaya. Menjadikan mahasiswa lebih peka akan lingkungan kebudayaan dan menjaukannya dari dari sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat, seperti yang telah diungkapkan diatas.